Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Sunday, April 7, 2013

Kisah Asli Brama Kumbara (catatan seorang pendengar Saur Sepuh tahun 80-an)


Sebagai salah satu anak bangsa yang pernah hidup dijaman 80-an, tentu sandiwara radio bukan hal yang asing buat saya. Kala itu saya masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) sekitar kelas 4 atau 5 (persisnya saya lupa tapi kurang lebihnya ya begitu). Ada banyak cerita yang bisa didenar dari Sandiwara Radio itu, mulai dari cerita tentang jaman kerajaan, cerita para wali, cerita anak, dongeng sampai kisah drama percintaan modern.
Sebut saja beberapa judul yang ada waktu itu seperti Saur Sepuh, Ibuku Sayang Ibuku Malang, Misteri dari Gunung Merapi, Butir-Butir Pasir dilaut, Tutur Tinular, Babad Tanah Leluhur, Bende Mataram, Keris Gandrung Arum. 
Dari semua sandiwara radio itu, Saur Sepuh adalah sandiwara radio yang menjadi Master of the Legend atau legenda terbesar dari sandiwara radio yang pernah ada dijaman-jaman itu. Saur Sepuh merupakan karya asli dari Niki Kosasih (almarhum) yang bercerita tentang perjalanan seorang pendekar sakti mandraguna bernama Brama Kumbara yang kelak menjadi raja disalah satu kerajaan diwilayah kulon yang bernama Madangkara.
Cerita Saur Sepuh dengan toko utamanya Brama Kumbara ini, tidak sekedar sebuah cerita drama biasa yang mengumbar silat atau drama percintaan murahan tetapi juga sarat dengan nilai pendidikan, sejarah dan filosofis kehidupan. Disana ada unsur pendidikan terhadap arti pengkhianatan, kearifan, pengampunan, kesabaran bahkan juga secara tidak langsung menjadi wejangan bagi para penguasa yang membawahi rakyat banyak untuk selalu memperhatikan kemaslahatan masyarakat yang ia pimpin.
Memang cerita Saur Sepuh hanyalah sebuah cerita rekaan Niki Kosasih dan sama sekali tidak mengambil latar belakang  era Islam, setting cerita ini ada pada masa-masa kejayaan Majapahit dibawah pimpinan Hayam Wuruk (misalnya ada pada episode Banjir Darah di Bubat) sampai era perang saudara nya dijaman Prabu Whikramawardhana melawan pembrontakan Bhre Wirabumi dipamotan (misalnya ada pada episode Satria Madangkara). Meski demikian, sejak saya kecil, cerita ini banyak mengilhami dan mengajari saya tentang arti kehidupan yang sebenarnya. Saya percaya banyak dari orang-orang yang sejaman dengan sayapun akan mengamini pendapat saya ini.
Waktu itu, dunia pertelevisian belumlah semarak diera 2000-an. Stasiun televisi yang ada, hanya satu yaitu TVRI. Drama atau istilah sekarangnya Sinetron, hanya sesekali ditayangkan oleh TVRI seperti misalnya yang saya ingat saja : Drama Losmen, Rumah Masa Depan, Pak Nujum dan Pak Belalang, Jendela Rumah Kita dan sebagainya. 
Selaku anak-anak yang haus akan hiburan, maka hari-hari kami dihabiskan dengan mendengar cerita-cerita dari Sandiwara Radio yang disiarkan oleh berbagai stasiun radio yang masih berada difrekwensi AM kala itu. Biasanya setelah usai sandiwara radio itu, kami berfantasi tentang tokoh-tokoh yang kami dengar.
Kami, khususnya saya, membayangkan sosok Brama yang gagah perkasa dan sakti dengan singgasananya yang anggun, dekat dengan rakyat dan arif terhadap keluarganya. Begitupula sosok Pramitha sebagai salah satu istri Brama, sebagai sosok ibu yang bijak pada anak-anaknya, tidak ambisi terhadap harta dan jabatan serta selalu memberikan yang terbaik untuk keluarganya.
Tapi kemudian, imajinasi ini menjadi rusak manakala Saur Sepuh yang selama ini hanya bisa kami dengar ceritanya diradio akhirnya divisualisasikan dalam bentuk Film Layar Lebar. Muncullah kemudian sosok Brama yang gemuk dan berkumis tebal, garang dan lebih banyak menampilkan sisi kekerasan perkelahian pada diri Brama yang diperankan oleh Fendy Pradhana. Nyaris tidak ada unsur kearifan dan hal-hal luhur yang pernah sangat membumi pada versi asli disandiwara radionya. 
Satu-satunya hal yang bisa diambil persamaan antara versi asli dengan versi sinemanya yang bisa sedikit menghibur hati hanyalah pada sosok Mantili sebagai adik Brama yang memang seorang pendekar pedang yang tangguh dan emosional. Itupun mungkin karena tokoh Mantili dalam layar lebar diperankan oleh orang yang sama dengan pemeran Mantili pada serial sandiwara radionya, yaitu : Elly Ermawaty.
kaset-saursepuh

Saturday, January 12, 2013

Andaikan Indonesia Melakukan Rencana dari Soekarno ini..



Quote:Quote:
Banyak orang yang nggak tau bahwa Bung Karno adalah salah satu Presiden yang amat mengerti tata ruang kota dan tata ruang wilayah geopolitik, dia sendiri sudah mendesain seluruh wilayah Indonesia dengan bagian-bagian pembangunannya, hal ini menjadi satu bagian dari dokumen Deklarasi Ekonomi Djuanda 1960.




Quote:Quote:Kebanyakan dari orang-orang Sukarno hanyalah seorang arsitek yang gemar mendesain patung, hasil karyanya untuk rumah hanyalah beberapa rumah di Bandung yang ia gambar saat ia berkolaborasi dengan Insinyur Rooseno, atau ketika ia baru lulus kuliah THS (skg ITB) membuat jembatan-jembatan kecil. Bahkan secara sarkastis, mahasiswa-mahasiswa anti Sukarno di tahun 1965 meledek Bung Karno sebagai "Orang Tua Pikun, Patung kok dikira celana" samberan ini meledek soal pidato Sukarno, bahwa Patung itu seperti celana, sebagai sebuah kehormatan bangsa.

Quote:Quote:Padahal Sukarno adalah pemikir besar, ia mendesain bukan saja patung-patung yang banyak meniru model Eropa Timur, ia mendesain kota-kota besar masa depan Indonesia. Di tahun 1958 setelah pengusiran warga Belanda dan pengambilalihan modal-modal Belanda sebagai bagian pernyataan siap perang Indonesia dengan merobek-robek perjanjian KMB, Sukarno sebenarnya sudah merancang Djakarta menjadi kota tempur.




Friday, March 16, 2012

Dahulu Kala, Pizza Adalah Makanan Orang Miskin




Mungkin anda sudah tidak asing lagi dengan makanan yang bernama Pizza ini, terutama para remaja dan kawula muda sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Pizza ini. Makanan yang biasa disebut "martabaknya Negara Italia" ini sudah sangat terkenal di seluruh penjuru dunia, termasuk ke berbagai kota-kota besar di negeri kita ini Indonesia. Pizza adalah sejenis roti bundar, pipih yang dipanggang di oven khusus dan biasanya disiram saus tomat serta keju dengan makanan tambahan lainnya yang bisa dipilih sesuai selera. Keju yang dipakai pada Pizza ini biasanya Keju Mozzarella atau "Keju Pizza". Jenis makanan lain dapat ditaruh di atas pizza, biasanya Daging dan Saus, seperti Salami dan Pepperoni, Ham, Bacon, buah-buahan seperti Nanas dan Zaitun, sayuran seperti Cabe dan Paprika, dan juga Bawang Bombay, Jamur dan lain lain.

Rotinya biasanya roti gandum biasa namun bisa diberi rasa tambahan dengan Mentega, Bawang Putih, Tanaman Obat, atau Wijen. Pizza biasanya dimakan selagi panas (biasanya pada saat makan siang atau makan malam), namun bisa juga disajikan dingin biasanya pada sarapan pagi atau pada saat piknik atau saat perjalanan jauh.

Pizza asli asal Italia yang rasanya enak dapat ditemui di Pizzeria (Toko Pizza) yang tiap porsinya berdiameter kira-kira 30 cm atau lebih, tetapi adonannya telah ditarik tipis. Salah satu rahasia keenakan Pizza Italia ini adalah dipanggang di dalam oven tradisional dengan bara api, karena jika dipanggang dengan oven listrik umumnya adonan pizza tipis tersebut akan menjadi keras.

Pada perjalanan sejarahnya Pizza telah dikenal oleh masyarakat zaman kuno yang tentunya berbentuk lain dengan pizza zaman sekarang. Makanan ini berasal dari makanan kaum miskin yang dibuat dengan bahan-bahan yang sederhana dan mudah didapatkan seperti : Tepung terigu, Minyak, Garam dan Ragi. Sejarah Pizza dimulai pada saat orang Yunani yang pertama membuat adonan roti berukuran besar, bulat dan rata dengan menggunakan campuran rempah-rempah dan minyak. Pada saat itu tomat belum ditemukan, sehingga tidak dipergunakan dalam campuran tersebut.


Pizza adalah makanan Italia yang paling termashyur setelah Spaghetti. Konon kabarnya, Pizza-pun punya legenda yang tersebar dari mulut ke mulut dan didongengkan turun-temurun. Alkisah Sejak zaman dahulu, penduduk di sekitar kota Napoli-Italia mempunyai sejenis makanan yang terbuat dari bahan yang sangat sederhana, tetapi lezat. Makanan itu terbuat dari Tepung gandum, yang diuleni hanya dengan air, dibagi-bagi menjadi gumpalan-gumpalan bundar dan digepengkan dengan tangan. Lalu adonan ini dibakar di atas batu yang sudah dipanaskan di bawah terik matahari. Itulah bentuk awal dari pizza. Setelah manusia mempergunakan kayu dan api untuk memasak, mereka menggunakan semacam tungku tertutup, berbentuk setengah lingkaran, dan terbuka di bagian depan. Mereka membakar kayu di dalam tungku dan meletakkan adonan gepeng dan bundar itu di dalamnya. Pada abad ke-16, Benua Eropa mengenal tanaman baru yang berasal dari Peru, yaitu Tomat. Demikan pula kota Napoli segera mengenal tomat dan memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan mereka. Antara lain, yang selama ini menjadi makanan khas rakyat sekitar Napoli, menambahkan variasi baru bagi pizza mereka, yaitu dengan membubuhkan saos yang dibuat dari buah tomat. Ternyata saos tomat itu malah menambah lezatnya Pizza. Kemudian sejarah menuliskan bahwa pada awalnya Pizza ini adalah makanan khas Italia dari kalangan rakyat jelata yang miskin, Pizza berasal dari pinggiran kota Napoli di utara Italia sekitar tahun 1720. pada saat itu Pizza dianggap sebagai makanan rakyat miskin dan hanya pantas disantap oleh masyarakat miskin. Makanan siap saji ini biasanya dijajakan di jalan-jalan sempit pinggiran kota Napoli, para penjajanya menjajakan dengan cara berkeliling dan berteriak-teriak mencari pembeli. Ada hal yang unik mengenai cara mereka menyimpan Pizza agar tetap hangat, caranya adalah dengan menyimpan Pizza tersebut di dalam sebuah wadah yang terbuat dari tembaga yang disebut Scudo, kemudian wadah tersebut disangga diatas kepala si penjaja.

Pada masa tersebut Pizza tidak pantas masuk ke dalam lingkungan istana kerajaan, karena Pizza dianggap sebagai makanan kelas bawah. Maka karena hal tersebut sang Ratu yang berkuasa saat itu bermaklumat dengan tegas melarang anggota kerajaan dan para bangsawan untuk memakan Pizza ini, karena sang Ratu menganggap apabila menyantap makanan ini bisa merendahkan dan mengurangi wibawa kerajaan.

Thursday, March 15, 2012

10 Tokoh Pelopor Internet

Internet tidak hanya dirancang oleh satu orang atau satu tim pada satu waktu.
Semakin banyak orang yang mencoba untuk mengupas kembali batas - batas tekhnologi informasi, mereka adalah sebagian besar yang memberikan konstribusi untuk pemahaman dan pengembangan dari apa yang banyak gunakan hari ini demi untuk mencapai tujuan dan memanfaatkan keuntungannya.

Internet sudah menjadi umum dan mudah hari ini, namun ada masa di saat internet menjadi sesuatu yang lemah, tidak begitu berpengaruh dan hanya segelintir orang yang bisa menggunakannya secara sangat terbatas

Orang-orang berikut adalah visioner, penemu, peneliti dan programmer yang, di masa awal internet, bermimpi besar dalam merintis teknologi,juga program di balik semua alat operasi standar Internet yang kita pakai hari ini.


01. Claude Shannon

Dikenal sebagai "bapak dari teori informasi modern," Claude Shannon menerbitkan sebuah makalah yang berpengaruh pada tahun 1948, "Sebuah Teori Matematika Komunikasi," yang memfomalkan studi saluran komunikasi. Dengan membentuk batas pada efisiensi komunikasi dan menghadirkan tantangan untuk menemukan kode untuk meningkatkan efisiensi, Shannon mengembangkan fondasi dasar yang mendasari Internet.


02.Paul Baran

Seat meneliti jaringan komunikasi survivable di RAND Corporation tahun 1959, Baran mengembangkan dan menggambarkan arsitektur data untuk jaringan komunikasi packet-switched. Gambaran, rinci dalam serangkaian makalah dengan judul "On Distributed Communications," akan terbukti menjadi dasar umum di belakang arsitektur Internet.

Wednesday, November 2, 2011

Agama Albert Einstein, Seorang Yahudi Ataukah Muslim Syiah?

Ilmuwan besar dunia Albert Einstein sejak lama diduga menganut Judaisme, agama kaum Yahudi. Namun, ada klaim yang menyatakan ilmuwan nyentrik itu sebenarnya adalah Muslim. Mana yang benar? Klaim yang beredar di blog-blog Tanah Air ini menyebutkan adanya dokumen rahasia yang berisi surat-surat Einsten. Surat tersebut menunjukkan, ilmuwan kelahiran Jerman penemu teori relativitas ini, menganut Islam Syiah Imamiyah.
Agama Einstein, menarik untuk dijadikan topik bahasan
Agama Einstein, menarik untuk dijadikan topik bahasan
Telisik dari laporan situs mouood.org, pada 1954, Einstein menyurati marji besar Syiah kala itu, Ayatollah Al Udzma Sayid Hossein Boroujerdi. “Setelah berkorespondensi dengan anda, saya menerima agama Islam dan mazhab Syiah 12 Imam,” tulis Einstein. Einstein menjelaskan, Islam lebih utama ketimbang agama lain. Serta menyebutnya paling sempurna dan rasional. Ia bahkan menyatakan seluruh dunia takkan mampu membuatnya kecewa terhadap Islam maupun meragukannya.
Dalam makalah terakhirnya, ‘Die Erklarung’ (Deklarasi) yang ditulis pada tahun tersebut di Amerika Serikat (AS), Einstein dalam bahasa Jerman menelaah teori relativitas dalam ayat-ayat Al Quran dan ucapan Imam Ali bin Abi Thalib dalam kitab Nahjul Balaghah. Einstein menyebut penjelasan Imam Ali tentang mimpi perjalanan Mi’raj jasmani Nabi Muhammad ke langit dan alam malaikat yang hanya dilakukan dalam beberapa detik, sebagai penjelasan Imam Ali yang paling bernilai.
Ada sebuah hadis yang disadur Einstein dan menjadi andalannya. Yakni diriwayatkan oleh Allamah Majlisi tentang Mi’raj jasmani Rasulullah SAW. “Ketika terangkat dari tanah, pakaian atau kaki Nabi menyentuh sebuah berisi air yang menyebabkan air tumpah.” “Setelah Nabi kembali dari mikraj jasmani, setelah melalui berbagai zaman, beliau melihat air masih dalam keadaan tumpah di atas tanah.” Einstein melihat hadis ini sebagai khazanah keilmuan yang berharga.
Terutama karena menjelaskan keilmuan para Imam Syiah dalam relativitas waktu. Menurut Einstein, formula matematika kebangkitan jasmani, berbanding terbalik dengan formula terkenal relativitas materi dan energi. Yakni E=M.C >> M=E:C. Artinya, sekalipun badan kita berubah menjadi energi ia dapat kembali hidup seperti semula. Naskah asli risalah ini tersembunyi dalam safety box rahasia di London, Inggris, di tempat penyimpanan Prof. Ibrahim Mahdavi, dengan alasan keamanan.
Risalah ini dibeli Mahdavi seharga US$3 juta dari pedagang Yahudi. Ia juga dibantu seseorang yang bekerja di pabrik mobil Mercedes Benz. Tulisan tangan Einstein di buku kecil itu telah dicek lewat komputer dan dibuktikan keasilannya oleh pakar manuskrip. Perdebatan agama Einstein telah sekian lama dipelajari karena pernyataan sang ilmuwan sendiri juga sering ambigu. Ia dikabarkan mempercayai Judaisme, agama yang berakar dari filsuf Belanda Baruch de Spinoza. Namun, tak menganut konsep Tuhan yang Maha Esa.
Adapun pemikiran Spinoza yang terkenal adalah ajaran mengenai Substansi tunggal Allah atau alam. Baginya, Tuhan dan alam semesta adalah satu dan Tuhan memiliki bentuk, yakni seluruh alam jasmaniah. Aliran ini disebut panteisme-monistik. Terkait keyakinan yang dianutnya, Einstein sempat mengatakan, “Saya tak mempercayai Tuhan secara personal dan selalu menyatakan hal ini dengan jelas. Jika ada sesuatu dalam saya yang bisa dibilang relijius, maka itu kekaguman saya terhadap struktur dunia yang sejauh ini bisa diungkap sains,” tegasnya.
Jadi, sudah bisa ditarik kesimpulannya bukan?  Bagaimana menurut Anda?
(Sumber)

Sunday, October 23, 2011

2 Ramalan dan 1 Prediksi Paling Mengerikan Tentang Indonesia

1. Ramalan Jaya Baya




Ramalan Jayabaya dalam periode Akhir tersebut cukup akurat dalam meramalkan bangkit dan runtuhnya kerajaan-kerajaan Jawa (Indonesia), naik-turunnya para Raja-raja dan Ratu-ratunya atau Pemimpinnya, yang terbagi dalam tiap seratus tahun sejarah, yaitu Kala-jangga (1401-1500 Masehi), Kala-sakti (1501-1600 M), Kala-jaya (1601-1700 M), Kala-bendu (1701-1800 M), Kala-suba (1801-1900 M), Kala-sumbaga (1901-2000), dan Kala-surasa (2001-2100 M).

Munculnya Presiden Sukarno sebagai Pemimpin Indonesia, Pendiri Republik Indonesia dalam periode Kala-sumbaga (1901-2000) diramalkan secara cukup akurat. Beliau digambarkan sebagai seorang Raja yang memakai kopiah warna hitam (kethu bengi), sudah tidak memiliki ayah (yatim) dan bergelar serba mulia (Pemimpin Besar Revolusi).

Naik-turunnya Preside RI ke-2 Suharto juga secara jelas diramalkan oleh Prabu Jayabaya pada Bagian Akhir tembang Jawa butir 11 sampai 16 sebagai berikut: “Ana jalmo ngaku-aku dadi ratu duwe bala lan prajurit negara ambane saprowulan panganggone godhong pring anom atenger kartikapaksi nyekeli gegaman uleg wesi pandhereke padha nyangklong once gineret kreta tanpa turangga nanging kaobah asilake swara gumerenggeng pindha tawon nung sing nglanglang Gatotkaca kembar sewu sungsum iwak lodan munggah ing dharatan. Tutupe warsa Jawa lu nga lu (wolu / telu sanga wolu / telu) warsa srani nga nem nem (sanga nenem nenem) alangan tutup kwali lumuten kinepung lumut seganten.

Beliau muncul sebagai Pemimpin yang didukung oleh Angkatan Bersenjata RI (darat, udara dan laut), berlambang Kartikapaksi, memakai topi baja hijau (tutup kwali lumuten) pada tahun 1966. Zaman pemerintahan Presiden Suharto (Orde Baru) berlangsung selama 30 tahun.

Setelah lenyapnya kekuasaan tiga raja tersebut diatas, Jayabaya meramalkan datangnya seorang Pemimpin baru dari negeri seberang, yaitu dari Nusa Srenggi (Sulawesi), ialah Presiden BJ Habibie.

Ramalan Jayabaya bagi Indonesia setelah tahun 2001 Indonesia akan menjadi sebuah negeri yang aman, makmur, adil dan sejahtera sebagai akhir dari Ramalan Jayabaya (Kala-surasa, 2001-2100 M), zaman yang tidak menentu (Kalabendu) berganti dengan zaman yang penuh kemuliaan, sehingga seluruh dunia menaruh hormat. Akan muncul seorang Satriya Piningit sebagai Pemimpin baru Indonesia dengan ciri-ciri sudah tidak punya ayah-ibu, namun telah lulus Weda Jawa, bersenjatakan Trisula yang ketiga ujungnya sangat tajam, sbb:

Di zaman modern abad ke-21 saat ini dengan berbagai persenjataan modern dan alat tempur yang canggih, mulai dari senjata nuklir, roket, peluru kendali, dan lain-lainnya, maka senjata Trisula Weda mungkin bukanlah senjata dalam arti harafiah, tetapi adalah senjata dalam arti kiasan, tiga kekuatan yang mebuat seorang Pemimpin disegani segenap Rakyatnya. Bisa saja itu adalah tiga sifat-sifat sang Pemimpin, seperti: Benar, Lurus, Jujur (bener, jejeg, jujur) seperti yang diungkapkan dalam tembang-tembang Ramalan Jayabaya.

Demikian pula tentang sosok sang Pemimpin yang digambarkan sebagai Satriya Piningit, bukanlah seseorang yang tiba-tiba muncul, tetapi Ia adalah seorang Pemimpin Indonesia yang sifatnya tidak mau menonjolkan diri, tetapi Ia bekerja tanpa pamrih, menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi kemajuan bangsa dan negara. Sudah ada langkah-langkahnya yang nyata yang dapat ditelusuri dalam kehidupannya sehari-hari. Bisa saja Ia akan terpilih dalam Pilpres 2009 ini, atau mungkin juga dalam periode Kepemimpinan Indonesia pada periode berikutnya untuk mengantarkan Indonesia kepada Cita-cita para Pendiri Bangsa sebagaimana tercantum dalam Mukadimah UUD 1945, yaitu negeri yang aman, makmur, adil dan sejahtera bagi segenap Rakyat Indonesia.

2. Juan Paul Valdez

Dia meramalkan satu negara terpadat di Asia Pacific dibawah garis tengah (Indonesia?) akan terjadi revolusi besar, 20 tahun setelah kedua kalinya perang besar, 33 tahun kemudian akan terjadi revolusi kedua yang akan digantikan seorang boneka. Boneka ini akan memimpin selama 1 tahun dan akan digantikan dengan damai oleh seorang yang keras. 3 bulan (akhir tahun 1999?) setelah pemimpin baru ini memimpin, negara ini yang sudah bernapas dalam lumpur akan semakin tengelam dan akan terjadi revolusi ketiga yang sangat-sangat berdarah. Pada revolusi ketiga ini akan langsung bersambung dengan Perang Besar ketiga. Dan 16 tahun kemudian revolusi keempat akan berlangsung damai.

Sunday, September 25, 2011

Penjelasan Ilmiah Tentang Misteri Pembangunan Borobudur

Candi Borobudur adalah candi terbesar peninggalan Abad ke-9. Candi ini terlihat begitu impresif dan kokoh sehingga terkenal seantero dunia. Peninggalan sejarah yang bernilai tinggi ini sempat menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

Namun tahukah Anda bahwa seperti halnya pada bangunan purbakala yang lain, Candi Borobudur tak luput dari misteri mengenai cara pembuatannya? Misteri ini banyak melahirkan pendapat yang spekulatif hingga kontroversi. Dengan beberapa catatan dan referensi yang terbatas, mari kita coba menganalisis dan sedikit menguak tabir misteri pembuatan candi ini yang ternyata tidak perlu di-misteri-kan!

Desain Candi
Candi Borobudur memiliki struktur dasar punden berundak, dengan enam pelataran berbentuk bujur sangkar, tiga pelataran berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua pelatarannya beberapa stupa.

Candi Borobudur didirikan di atas sebuah bukit atau deretan bukit-bukit kecil yang memanjang dengan arah Barat-Barat Daya dan Timur-Tenggara dengan ukuran panjang ± 123 m, lebar ± 123 m dan tinggi ± 34.5 m diukur dari permukaan tanah datar di sekitarnya dengan puncak bukit yang rata.

Candi Borobudur juga terlihat cukup kompleks dilihat dari bagian-bagian yang dibangun. Terdiri dari 10 tingkat dimana tingkat 1-6 berbentuk persegi dan sisanya bundar. Dinding candi dipenuhi oleh gambar relief sebanyak 1460 panel. Terdapat 504 arca yang melengkapi candi.

Material Penyusun Candi
Inti tanah yang berfungsi sebagai tanah dasar atau tanah pondasi Candi Borobudur dibagi menjadi 2, yaitu tanah urug dan tanah asli pembentuk bukit. Tanah urug adalah tanah yang sengaja dibuat untuk tujuan pembangunan Candi Borobudur, disesuaikan dengan bentuk bangunan candi.

Tanah urug ditambahkan di atas tanah asli sebagai pengisi dan pembentuk morfologi bangunan candi. Tanah urug ini sudah dibuat oleh pendiri Candi Borobudur, bukan merupakan hasil pekerjaan restorasi. Ketebalan tanah urug ini tidak seragam walaupun terletak pada lantai yang sama, yaitu antara 0,5-8,5 m.

Batuan penyusun Candi Borobudur berjenis andesit dengan porositas yang tinggi, kadar porinya sekitar 32%-46%, dan antara lubang pori satu dengan yang lain tidak berhubungan. Kuat tekannya tergolong rendah jika dibandingkan dengan kuat tekan batuan sejenis.

Dari hasil penelitian Sampurno (1969), diperoleh kuat tekan minimum sebesar 111 kg/cm2 dan kuat tekan maksimum sebesar 281 kg/cm2. Berat volume batuan antara 1,6-2 t/m3.

Misteri Cara Membangun Candi
Data mengenai candi ini baik dari sisi design, sejarah, dan falsafah bangunan begitu banyak tersedia. Banyak ahli sejarah dan bangunan purbakala menulis mengenai keistimewaan candi ini.