Showing posts with label Militer. Show all posts
Showing posts with label Militer. Show all posts

Sunday, January 20, 2013

Garuda III Kongo : 30 Personel Kalahkan 3000 Milisi

Kontingen Garuda
Ilustrasi. Kontingen Garuda di masa kini
Tahun 1962, Kongo, negara di belahan Bumi Afrika sedang bergolak, TNI kembali diundang untuk Misi Perdamaian PBB dengan nama Kontingen Garuda III (Konga III) di bawah pimpinan Letjen TNI (Purn) Kemal Idris (Alm). Garuda III diambil dari dari Batalyon 531/Raiders, satuan-satuan Kodam II/Bukit Barisan, Batalyon Kavaleri 7, dan unsur bantuan tempur lainnya.
Pasukan ini berangkat dengan pesawat pada bulan Desember 1962, dan berada di medan tugas selama delapan bulan di bawah UNOC (United Nations Operation in the Congo). Mereka di tempatkan di Albertville. Di tempat ini telah disiapkan satu kekuatan pasukan besar, yang terdiri dari 2 batalyon kavaleri. Sedangkan Batalyon Arhanud di tempatkan di Elizabethville, yang menjadi wilayah kekuasaan tiga kelompok milisi yang ingin memisahkan diri, di bawah pimpinan Moises Tsommbe dari pemerintah Republik Demokratik Kongo pimpinan Presiden Kasavubu.
Daerah ini terkenal dengan kekayaan mineralnya. Sempat terjadi beberapa pertempuran sengit antara pasukan PBB dari India melawan kelompok-kelompok pemberontak tersebut. Disini interaksi antara pasukan Garuda III dengan pasukan PBB lainnya sangat erat. Mereka terdiri dari pasukan Filipina, India, bahkan Malaysia. Walaupun ditanah air konfrontasi Ganyang malaysia dikumandangkan, interaksi persahabatan antara Garuda III dengan Malaysia tetap terjalin erat. Tanpa sedikit pun permusuhan (profesionalitas personel Garuda III).
Pasukan PBB asal India merupakan yang terbesar dan terbanyak jumlahnya. Mereka terorganisir dengan sangat baik. Mereka ditempatkan di kawasan-kawasan vital yang penting dan strategis. Sebaliknya Garuda III yang hanya berkekuatan kecil, mampu melakukan operasi taktik gerilya yang terkenal dalam sejarah PBB sehingga mencapai sukses besar. Disamping itu, personel Garuda III sangat luwes, pandai bergaul dengan penduduk setempat sehingga mereka menaruh kepercayaan besar kepada pasukan Garuda III.
Pasukan Garuda III mengajarkan bagaimana cara mengolah masakan Indonesia, membuat kue, serta menyayur daun singkong sehingga enak dimakan. Padahal mereka mengetahui memasak singkong hanyalah untuk makanan inti dengan cara dibusukkan, dikeringkan, ditumbuk jadi tepung baru dapat dimasak. Dengan adanya interaksi dan hubungan dengan penduduk setempat, maka semua program yang direncanakan berjalan dengan baik. Penduduk setempat menaruh simpati pada program yang dicanangkan, misalkan melakukan tindakan pengamanan daerah setempat dari pengacau. Dengan spontan tanpa di perintah, masyarakat memberitahukan kepada personel Garuda III, bila akan ada serangan yang di lancarkan oleh gerombolan pengacau.
Suatu hari terjadi serangan mendadak ke markas Garuda III. Pertempuran dan tembak menembak terjadi dari jam 12.00 malam hingga dinihari. Markas Garuda III terkepung dengan rapat. Semua personel merapatkan barisan, berusaha menangkis serangan tersebut. Menurut Informasi Intelijen, serangan dilakukan oleh sekitar 2000 pengacau, hasil gabungan 3 kelompok pemberontak. Sedangkan markas komando Garuda III dipertahankan sekitar 300an personel, 40 persen dari seluruh kekuatan Garuda III di Kongo. Tidak ada korban jiwa dari Garuda III, hanya beberapa yang cedera ringan dan langsung ditangani tim medis lapangan. Menjelang subuh, gerombolan pengacau mengendurkan serangan kemudian menarik diri ke basis mereka di wilayah gurun pasir yang membentang gersang.
Hasil konsolidasi pasukan, maka di bentuk tim berkekuatan 30 orang personel RPKAD sebagai tim bayangan sekaligus tim terdepan untuk pengejaran hingga ke markas pemberontak sekalipun. Mereka bergerak cepat pada jam 06.00 waktu setempat, dengan perlengkapan garis 1 untuk pengejaran. Semangat tinggi dan berkobar terlihat jelas di wajah-wajah mereka yang terpilih. Iringan doa rekan-rekan di markas, juga dari pasukan PBB lain, mengiring langkah kaki mereka. Menuju kawasan "no mand land" -wilayah tak bertuan-, yang menjadi daerah kekuasaan pemberontak, sekaligus juga merupakan daerah terlarang untuk pasukan PBB. Di kawasan itu, 2 kompi plus Pasukan India pernah di bantai tanpa tersisa.

Thursday, March 22, 2012

Kekuatan Raksasa Militer Indonesia Tahun 1960


1960-an, Era Presiden Sukarno. kekuatan militer Indonesia adalah salah satu yang terbesar dan terkuat di dunia. Saat itu, bahkan kekuatan Belanda sudah tidak sebanding dengan Indonesia, dan Amerika sangat khawatir dengan perkembangan kekuatan militer kita yang didukung besar-besaran oleh teknologi terbaru Uni Sovyet.1960, Belanda masih bercokol di Papua. Melihat kekuatan Republik Indonesia yang makin hebat, Belanda yang didukung Barat merancang muslihat untuk membentuk negara boneka yang seakan-akan merdeka, tapi masih dibawah kendali Belanda.
 
Presiden Sukarno segera mengambil tindakan ekstrim, tujuannya, merebut kembali Papua. Sukarno segera mengeluarkan maklumat “Trikora” di Yogyakarta, dan isinya adalah:


1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda.
2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh Irian Barat
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa.



Berkat kedekatan Indonesia dengan Sovyet, maka Indonesia mendapatkan bantuan besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju di dunia dengan nilai raksasa, US$ 2.5 milyar. Saat ini, kekuatan militer Indonesia menjadi yang terkuat di seluruh belahan bumi selatan.
Kekuatan utama Indonesia di saat Trikora itu adalah salahsatu kapal perang terbesar dan tercepat di dunia buatan Sovyet dari kelas Sverdlov, dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi. Ini adalah KRI Irian, dengan bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60 perwira. Sovyet, tidak pernah sekalipun memberikan kapal sekuat ini pada bangsa lain manapun, kecuali Indonesia. (kapal-kapal terbaru Indonesia sekarang dari kelas Sigma hanya berbobot 1600 ton).










Tuesday, March 20, 2012

2 Senapan baru Indonesia(SS4)


Setelah memperkenalkan senapan serbu ringkas model bullpup SS 3 saat ini PT. PINDAD telah kembali memperkenalkan senapan perseorangan generasi baru yaitu SS 4. PT. PINDAD menjelaskan bahwa senapan perseoaranagan SS 4 ini merupakan senapan jenis battle rifle dengan jarak tembak efektif antara 300-600 meter. Berdasarkan pada aturan yang dipakai oleh PT. PINDAD terdapat pembagian produk senapan berdasarkan jarak tembaknya :
1. Senapan untuk riflemen dengan jarak tembak 100-300 meter.
2. Senapan untuk marksmen dengan jarak tembak 300-600 meter.
3. Senapan untuk sniper dengan jarak tembak 1000 meter.

Spoiler for spek:


Untuk senapan SS4 ini masih merupakan mock up dan SS 4 ini mengadopsi peluru dari jenis GPMG FN MAG 58 yaitu 7,62 x 51 mm. Senapan SS 4 ini dirancang dengan menggunakan method reverse engineering yang artinya senjata dibuat dari gabungan sejumalah produk persenjataan hasil kerjaan PT. PINDAD maupun non PINDAD. Misalnya saja rumah mekanik dan penutup diambil dari SS1. Kemudian bagian laras mengambil kepunyaan senapan penembak runduk (sniper) SPR1. Selain itu picantinny rail mengambil milik senapan FN SCAR. Namun begitu SS 4 tidak sepenuhnya berasal dari gabungan sejumlah komponen senjata , beberapa diantaranya merupakan rancangan baru, salah satunya adalah popor.

Dengan popor ini dapat dilipat. Selain itu juga panjang popor juga bisa diatur sesuai dengan kondisi fisik penembak. Dalam pengoperasiannya setiap pucuk senapan SS 4 dilengkapi dengan magasine berkapasitas 15 butir peluru. Dari jumlah peluru ini akan mengingatkan kita dengan senapan mesin regu era Perang Dunia II Browning Automatic Rifle (BAR) kaliber 7,62 mm yang dibekali magasine berkapasitas 20 butir peluru.


Sampai saat ini Mabes TNI belum melansir rencana melengkapi satuan di tubuh TNI dengan senapan SS 4 . Akan tetapi secara garis besar kemunculan senapan ini bisa dijadikan sebagai salah satu barometer semangat pemerintah untuk memenuhi sendiri kebutuhan peralatan militernya.



Sumber:

Monday, March 19, 2012

Strategi Perang Ayam Jago

 Dalam peperangan penggunaan strategi sangatlah dibutuhkan, tanpa adanya strategi sudah di pastikan bakalan hancur pasukannya. Salah satu film yang membahas tentang pintarnya menjalankan strategi berjudul Red Cliff film tersebut menggambarkan zaman peperangan terbesar di daratan china. Dengan formasi perang kura-kura, zhu ge Liang dapat mengalahkan perdana mentri Cao Cao yang memiliki kekuatan tempurnya 10 kali lipat dibanding Zhu ge Liang, walaupun kemenanganya tidak sepenuhnya karena formasi kura-kura akan tetapi faktor X yaitu wanita. Strategi formasi kura-kura di ambili dari bagaimana cara kura-kura mempertahankan hidup, begitulah kadang kita mengadopsi cara hewan untuk mengetahui cara terbaik mempertahankan hidup, contoh lain adalah pasukan amfibi milik kita. Salah satu strategi yang di adopsi dari cara hewan bertempur adalah strategi Ayam Jago. Kenapa Ayam Jago? Karena disamping macam ayam sendiri tidak hanya satu akan tetapi cara bertarung dari ayam sendiri berbeda-beda.

Ayam Bangkok

 Ini adalah ayam petarung sejati, hidup untuk bertarung. Dengan badan yang besar kaki yang kuat, dan kepakan sayap yang kokoh ayam ini sangat sempurna, jika untuk bertarung sudah pasti dialah rajanya ayam. Apabila di ibaratkan suatu negara maka strategi ayam Bangkok ini sangat cocok untuk Negara super power yaitu Amerika Serikat, dengan strategi perang berhadap-hadapan langsung atau secara terbuka sudah pasti dialah pemenangnya, dengan persenjataan-persenjataan super mutahir ditambah jumlah angkatan bersenjata yang sangat banyak strategi berhadap-hadapan dan menyerbu lawan secara serentak adalah yang terbaik.

 Ayam Kampung/Jawa

 Ayam ini posturnya sedang dan ciri khas bertarungnya adalah dengan bertarung sambil lari. Yang dimaksud lari sambil bertarung adalah ketika beberapa menit bertarung ayam kampung akan lari dan secara otomatis lawannya akan mengejar di sela-sela mengejar sang ayam kampung melakukan manuver dengan menyerang ayam lawannya, dengan posisi mengejar si lawan tidak akan siap saat di hantam oleh manuver ayam kampung sehingga ayam kampung akan mendapat 1 point pukulan telak, begitu seterusnya sampai sang lawan kelelahan sehinnga tak sanggup lagi bertarung. Straegi ini digunakan oleh vietnam dan terbukti ampuh untuk melawan Amerika. Strategi ini lebih dikenal dengan perang gerilya, dan indonesia sendiri paling ahli dalam perang gerilya. Strategi ini tidak mengedepankan dalam menyerang akan tetapi bertahan dan membuat kampungnya (wilayahnya) sebagai neraka bagi bangsa lain yang datang sehingga bangsa lain akan berpikir 1000 kali untuk mengusik kedaulatan negara kita. Sehingga strategi ini dikenal dengan istilah Jago Kandang.

Ayam Kate
 Ayam dengan postur kecil dan pendek akan tetapi memiliki bulu yang lebat dan banyak sehingga tekesan memiliki postur besar dan ini adalah cara ayam kate untuk menakuti lawannya. jika ayam kampung bisa juga melawan ayam bangkok namun presentasi kemenangannya kecil sedangkan untuk ayam kate tidak akan pernah menang dalam bertarung. namun dengan bulu yang lebat ayam kate bisa menang tanpa bertarung. Yang paling cocok menggunakan strategi ini adalah Malaysia dengan bulu-bulu lebat Inggris dan Australia yang membuat takut lawannya.

Strategi Coreng Wajah (Dengan Angus)

 Angus adalah benda seperti debu namun berwarna hitam , dari hasil pembakaran, biasanya ada di bawah panci. Nah biasanya ayam jika waktu kecil bertarung dan kalah sampai besar pun tidak akan pernah berani padahal kekuatannya waktu kecil dengan sekarang sudah berbeda. Sehingga untuk menguji seberapa kuat sekarang yaitu dengan mencoreng wajah lawannya sehingga terlupakan bahwa pernah dikalahkan diwaktu kecil. Negara china lah yang paling cocok di ilustrasikan menggunakan taktik ini, dengan membuat google hengkang dari negara tersebut inilah cara awal china mencoreng wajah Amerika, kemudian dari segi ekonomi banyak wilayah-wilayah Amerika yang diserobot china coreng wajah pun terus berlangsung, sampai saatnya nanti wajah Amerika penuh corengan dari china maka saat itulah china telah melupakan kehebatan masa lalu Amerika dan peperanagan tidak dapat dihindari. Jika ingin memenangkan pertarungan gunakanlah caramu sendiri, jangan mengikuti cara lawanmu karena jika kamu kalah berperang maka yang di anggap bersalah adalah negara yang kalah berperang, seperti saat jerman yang harus membayar denda karena kalah berperang. Akan tetapi kondisi damai adalah kondisi yang paling di idam idamkan oleh setiap orang, dan sesungguhnya perang adalah jalan menuju kemusnahan umat manusia itu sendiri sebelum kamu berkata perang, pernahkah mendengar ketakutan seorang prajurit yang menangis di medan perang sebelum kamu berkata perang, pernahkah kamu membayangkan jika kedua kakimu harus di amputasi karena menginjak ranjau dan kamu masih hidup tetapi tidak memiliki kaki. sebelum kamu berkata perang seberapa yakin bahwa kondisi nanti akan lebih baik dari sekarang. sebelum kamu berkata perang, apakah kau mampu membanyangkan bagaimana seorang istri dan anaknya melewati hidup jika ditinggal mati suaminya Sebagai jago kandang, buatlah wilayahmu bak neraka hidup untuk negara yang coba mengusik kandangmu, namun perang bukanlah satu-satunya jalan untuk sebuah pengakuan Source:kompasiana.com

Sumber: http://altileri.blogspot.com

Friday, March 16, 2012

Woow Indonesia Akan Bangun Kapal Perang Stealth a.k.a Siluman








Kementrian Pertahanan hari ini melaunching rencana pembangunan kapal perang Perusak Kawal Rudal. Kapal PKR ini merupakan kapal perang tempur terbesar dan pertama yang akan dibuat di Indonesia.

'Ini memperkuat kekuatan laut kita dan dengan ini kita memiliki kekuatan yang dapat membuat gentar pihak lain yang mengancam,' ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dalam keterangan persnya di kantor Kementerian Pertahanan, Senin (16/8).

Purnomo melanjutkan, pembangunan kapal perang yang akan dimulai pada tahun depan ini dan selesai dikerjakan selama 4 tahun merupakan cara Indonesia untuk mengembangkan dan memperkuat pertahanan negara. 'Bisa digunakan untuk berbagai operasi, misal untuk operasi perdamaian,' katanya. Di Asean, lanjut Purnomo, hanya Singapura yang memiliki jenis kapal perang tempur sejenis ini.

Menambahkan pernyataan Menhan, Kepala Staff Angkatan Laut, Letnal Jenderal Erris Heriyanto mengatakan, pengunaan kapal PKR ini tergantung dari intensitas permintaan. 'Kapal ini tergantung dari permintaan panglima TNI, bisa untuk patroli mengitari Indonesia karena ancaman yang kita hadapi bisa datang dari seluruh perairan,' kata Erris. Kapal perang ini juga bisa untuk mengawal kapal-kapal kecil lainnya.
Kapal perang yang memiliki panjang 105 meter dan berat 2400 ton dan juga peralatan perang avionik-elektronik canggih ini akan dibangun oleh PT. PAL selaku industri pertahanan dalam negeri. Sebagai bagian dari alih teknologi, kerjasama ini juga akan dilakukan dengan negara Belanda. Adapun biaya yang dikeluarkan untuk membangun satu unit kapal perang adalah sebesar $220 juta yang dananya berasal dari APBN.

Kapal perang jenis PKR ini dilengkapi perlengkapan avionik elektronik yang dapat digunakan untuk berbagai misi operasi peperangan seperti elektronika, peperangan anti udara, peperangan anti kapal selam, peperangan anti kapal permukaan dan bantuan tembakan kapal.

Kapal perang ini dilengkapi peralatan antara lain radar untuk mendeteksi kapal selam dan pesawat udara, perlengkapan persenjataan meriam kaliber 76-100mm dan kaliber 20-30mm, peluncur rudal ke udara dan senjata torpedo.

Teknologi Siluman
Salah satu ciri kapal tempur moderen adalah penerapan teknologi siluman (stealth) yang artinya kapal tersebut sulit dideteksi oleh kontak radar, penjejak infra merah, dan penjejak suara.