Showing posts with label Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Hikmah. Show all posts

Monday, April 9, 2012

Kesaksian Warga Bengkalis yang Mati Suri

Kesaksian Warga Bengkalis yang Mati Suri dalam Temu Alumni ESQ ‘Menyaksikan Orang Disiksa dan Ingin Kembali ke Dunia’. Aslina adalah warga Bengkalis yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu.Gadis berusia sekitar 25 tahun itu memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri.

Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulithewan ditarik dari daging, dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi. ”Terasa malaikat mencabut (nyawa, red) dari kaki kanan saya,” tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah. ”Saat di ujung napas, saya berzikir,” ujarnya. ”Sungguh sakitnya, Pak, Bu,” ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ Pekanbaru.

Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia menyaksikan disekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga melihat jasadnya yangterbujur. Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan Assalaimualaikum kepada ruh Aslina. ”Malaikat itu besar, kalaumemanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,” ujar Aslina menceritapengalaman matinya. Lalu malaikat itu bertanya: ”siapa Tuhanmu, apaagamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu. ” Ruh Aslinamenjawab semua pertanyaan itu dengan lancar. Lalu ia dibawa ke alambarzah. ”Tak ada teman kecuali amal,” tambah Aslina. Di alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang mukanya berkudis,badan berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari orang tersebut.

Di alam barzah, ruh Aslina dipimpin oleh dua orang malaikat. Saat ituia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan ”Ayah”. ”Wahai ayah bisakah saya bertemu dengan ayah saya,”tanyanya. Lalu muncullah satu sosok. Ruh Aslina tak mengenal sosok yangberusia antara 17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia 65 tahun.Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. Ruh Aslinamengucapkan salam ke ayahnya dan berkata: ”Wahai ayah, janji sayatelah sampai.”

Mendengar itu ayah saya saya menangis. Lalu ayahnya berkata kepadaAslina. ”Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu. ” ruh Aslina punmenjawab. ”Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai”.

Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali bahwa alambarzah dan akhirat itu benar-benar ada. ”Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,” ujarnya

Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebutmenunduk. Lalu dua malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu denganperempuan yang beramal shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Laluruh Aslina dibawa kursi yang empuk dan didudukkan di kursi tersebut,disebelahnya terdapat seorang perempuan yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu. ”Siapa kamu?” lalu perempuan itu menjawab.”Akulah (amal) kamu.”

Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalanmenelurusi lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa. Disana ia melihat orang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang orang tersebut. Amalnya mengatakanbahwa manusia tersebut tidak pernah shalat. Selanjutnya tampak pulaoleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina. Tampak juga orang saling bunuh, manusia itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.

Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan,setiap tusukan terdapat 80 mata pisau yang tembus ke dadanya, laluberlumuran darah, orang tersebut menjerit dan tidak ada yangmenolongnya. Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dan dijawab orangtersebut adalah orang juga suka membunuh.

Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruhAslina di malam yang gelap, kelam dan sangat pekat sehingga duamalaikat dan amalnya yang ada disisinya tak tampak. Tiba-tiba munculsuara orang mengucap : Subnallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar. Tiba-tiba adayang mengalungkan sesuatu di lehernya. Kalungan itu ternyata tasbihyang memiliki biji 99 butir.

Perjalanan berlanjut. Ia lihat tepak tembaga yang sisi-sisinyamengeluarkan cahaya, di belakang tepak itu terdapat gambar kakbah. Didalam tepak terdapat batangan emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut adalah husnulkhatimah. (Husnul khatimah secara literlek berarti akhir yang baik.Yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat)baik,red).

Lalu diperlihatkan pula kepada ruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW.Dimakam tersebut batangan-batangan emas di dalam tepak ”husnul khatimah” itu mengeluarkan cahaya terang. Berikutnya ia melihat cahayaseperti matahari tapi agak kecil. Cahaya itu pun bicara kepada ruh Aslina. ”Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan
Allah.”

Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abadberkumpul di satu lapangan yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjaraksekitar lima meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia ituberkata. ”Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya Allah.”Manusia-manusia itu juga memohon. ”Tolong kembalikan aku ke dunia, akumau beramal.”

Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang dilihat ruhnya saat ia mati suri. orang mati suri itu dibawa masuk ke lorong waktu, di sana ia melihat rekaman seluruh apa yang telah ia lakukan selama hidupnya. Dan di akhir pengakuan orang mati suri itu berkata: ”Dan aku ingin agar akudapat kembali dan membatalkan semuanya.

sumber 

Thursday, April 5, 2012

Ahmadinejad Presiden Tersederhana di Dunia



Presiden Iran saat ini Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya. berikut beberapa hasil wawancaranya yang telah Sayaberitahu.com kutip

"Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"
Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya: "Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran ."

Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang terheran-heran :

1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan
Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu
kepada masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP,
lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler
untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.



3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri-menteri nya untuk datang kepadanya dan menteri-menteri tersebut akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan-arahan darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri-mentrinya untuk tetap hidup sederhana, dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi,
sehingga pada saat menteri-menteri tersebut berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

Saturday, March 3, 2012

Pelajaran Yang Tidak Bisa Diajarkan.....


Di jaman dahulu ada seorang tua di kota Basra – Iraq yang memiliki seorang anak laki-laki yang cerdas, ganteng dlsb, - anak harapan orang tua. Untuk memenuhi harapan orang tua ini, anak tersebut dikirim ke kota Bagdad – menempuh perjalanan sekitar 545 km dengan berjalan kaki – untuk bisa belajar dengan ulama terkenal saat itu. Karena jauhnya perjalanan ini, anak tersebut baru pulang setelah seluruh ilmu yang dimiliki oleh sang guru diajarkan kepadanya selama bertahun-tahun kemudian.

Ketika dia pulang, ayahnya yang sudah semakin tua menungguinya di depan pintu. Karena kerinduan yang luar biasa dipeluknya erat-erat anak satu-satunya yang disayanginya ini, kemudian si ayah bertanya : “ Apa yang sudah kamu pelajari dari sang guru selama bertahun-tahun ini ?”. Anaknya menjawab, bahwa dia sudah diajari seluruh ilmu yang dimiliki oleh sang guru – kemudian dia menjelaskan detilnya.

Setelah anaknya selesai menjelaskan semuanya, sang ayah berkata : “Gurumu baru mengajarkan ilmu yang dia bisa ajarkan, segera kamu balik menemui dia lagi untuk minta ditunjukkan jalan ilmu yang tidak bisa dia ajarkan…”.

Maka sang anak yang patuh ini, balik menempuh perjalanan 545 km lagi untuk menemui sang guru. Ketika bertemu sang guru dan menyampaikan pesan ayahnya, sang guru yang masyhur tersebut langsung paham apa yang dimaksudkan oleh ayah dari sang murid ini.

Sang guru berkata : “aku punya 300 ekor kambing di sekitar sini, kamu kumpulkan kambing tersebut dan kamu bawa ke Jabal Kumar” , kemudian dia melanjutkan “kamu jangan balik kesini, kecuali kambing tersebut telah menjadi 1000 ekor”.

Maka dengan susah payah pemuda berilmu ini mengumpulkan 300 ekor kambing yang bertebaran di sekitar kediaman sang guru. Lebih susah lagi dia harus menggiring 300 ekor kambing ini, menempuh perjalanan sekitar 150 km untuk sampai ke Jabal Kumar.

Setiap saat sebagian kambing sudah berjalan ke arah yang benar, yang lainnya berlarian menyebar atau bahkan ke arah balik ke Bagdad. Maka perlu waktu berbulan-bulan untuk bisa membawa seluruh kambing ini sampai ke Jabal Kumar.

Berbulan-bulan pula pemuda ini tidak bertemu dengan manusia lain, temannya hanya kambing-kambing yang dia tidak mengerti bahasanya dan kambing-kambing-pun tentu tidak mengerti bahasa dia. Setiap kali dia rindu untuk berbicara, dia menjadi seperti orang gila yang berbicara dengan kambing.

Ternyata dalam kesunyian tidak berbicara dengan siapapun inilah pemuda tersebut mulai belajar ilmu yang tidak bisa diajarkan itu. Dia berusaha memahami alam, dimana ada rumput, dimana ada air, dimana dia bisa berteduh dari panas, dengan apa dia menghangatkan tubuh di waktu dingin dlsb.

Dia juga belajar berinteraksi dengan makhluk lain tanpa harus berbicara. Dia menjadi paham apa kemauan para kambing ini, dan para kambing-pun nampaknya menjadi paham apa arahan pemuda yang kini telah menjadi penggembala tersebut.